Pages

Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Oktober 2011

3 Tips Mudah Untuk Bagaimana Membuat Customer Balik Ke Tempat Usaha Anda



Jika anda mempunyai toko atau rumah makan, Pernahkah anda berpikir caranya bagaimana membuat customer balik ke tempat usaha anda? Kalau anda sudah memikirkannya, lalu bagaimana caranya?
Di sini akan dijelaskan 3 tips mudah bagaimana membuat customer balik ke tempat udaha anda dan bagaimana juga trik-trik nya.

1. Memberikan pelayanan yang terbaik kepada customer. Yang pertama yang anda harus ingat adalah, customer akan sangat senang jika apa yang anda berikan kepada customer sesuai dengan apa yang customer harapkan. Jika customer sudah puas dengan apa yang diberikan padanya, kemungkinan besar customer tersebut akan balik lagi ke tempat anda walaupun banyak sekali tempat usaha yang sama dengan yang anda punya.

2. Kualitas dan harga produk yang anda tawarkan kepada customer sangat baik. Contohnya saja jika anda menjual produk, kalau bisa jangan mengambil laba yang cukup tinggi. Karena customer menginginkan harga yang sangat murah walaupun kualitas harga yag kita jual lumayan tinggi.

3. Cobalah anda berikan tanda terimakasih setelah customer tersebut membeli produk yang kita jual tapi dengan catatan tanda terimakasih yang kita berikan tersebut tidak membuat anda rugi. Contohnya anda mempunyai sebuah restoran, setelah customer selesai makan. Cobalah anda berikan makanan penutup, contohnya buah-buahan yang sudah dipotong dan di taruh dipiring kecil. Pasti customer tersebut sangat terkesan dengan apa yang kita berikan kepadanya.

Itulah 3 tips mudah bagaimana



<<>>
^_^
Jangan Lupa Mampir lagi di sini yaa?
>>>www.JAGOANBERITA.info<<<

Pesan dari:    Anugerah Mini Market

Jangan Sisakan Gaji Anda...!


Banyak yang bertanya pada saya, “bagaimana caranya agar bisa menyisakan uang? soalnya banyak sekali kebutuhan ini dan itu, jadinya susah sekali untuk bisa menabung”.

Ada lagi yang mengeluh “Udah kita hitung di atas kertas, akhir bulan bisa ada sisa sekian ratus ribu buat ditabung. Eh pas akhir bulan, gak ada sisanya tuh. Malah kadang kurang”

“Uangnya udah dibagi-bagi per amplop, termasuk untuk tabungan. Tapi kok ya adaaaa aja kebutuhan ini dan itu. Jadinya gak nabung lagi deh” Begitu pengakuan sebagian orang lain yang bertanya-tanya bagaimana cara yang efektif agar bisa menyisakan uang untuk ditabung.



Kalau menurut saya sih, tidak usah mencari cara untuk menyisakan uang, karena uang memang sulit untuk bersisa. Uang itu seperti air, mudah menguap, mudah mengalir.

Uang memang diciptakan untuk dipakai, untuk dihabiskan, bukan untuk disisakan. Itulah sebabnya uang sulit sekali untuk bersisa.



Maka sebagai perencana keuangan, saya TIDAK menyarankan untuk menyisakan uang untuk kebutuhan masa depan. Sekali lagi, JANGAN sisakan uang.

Saya ulang lagi ya… JANGAN sisakan uang untuk kebutuhan masa depan. Setiap Anda gajian, langsung HABISKAN saja.

Jangan cari cara untuk menyisakan uang, karena uang diciptakan memang untuk dihabiskan, bukan untuk disisakan.
Yang seharusnya kita lakukan adalah, mencari cara untuk MENGHABISKAN uang kita dengan benar. Bukan menyisakannya.

Bgaimana cara menghabiskan uang dengan benar? Setiap gajian, langsung bayar zakat, bayar hutang & saving. Sisanya, habiskan sesuka hati Anda.



Lho, kenapa dihabiskan? Tidak disisakan?

Karena menurut saya, yang paling menyakitkan yang berhubungan dengan uang adalah ketika kita punya uang, tapi tidak boleh dipakai. Sakiiiiiiitttt rasanya…..



Lebih menyakitkan dari kondisi bokek, lebih menyakitkan dari gaji yang cuma numpang lewat karena langsung bayar hutang kesana kemari.
Karena kalau memang tidak ada uang di tangan, mau apa lagi… selesai masalah pada saat itu. Tapi kalau ada uangnya di dalam dompet atau dalam rekening kita, tapi tidak boleh dipakai karena masih harus membayar tagihan ini dan itu, akan lebih sakit rasanya.
Liat barang oke, diskon pula, duit ada di dompet atau rekening. Tapi gak bisa dipake karen jatah arisan, atau duit sekolah anak, atau buat bayar listrik, dll.



Bayangkan kalau Anda sekarang sedang belanja. Jatah shopping sudah dihabiskan, tapi duit buat saving masih ada di dompet. Terus liat barang bagus… beli apa nggak?

Beli ato nggak, pasti nyesel deh. Kalo gak beli, nyesel kapan lagi bisa mendapatkan diskon gede-gedean.
Tapi kalau beli nyesel juga, duit tabungan malah kepake. Atau setidaknya terjadi “perang batin” ketika sedang mempertimbangkan untuk beli atau tidak.



Makanya saya punya rumus: Pay your God first, bayar hutang, saving, nah sisanya puas-puasin deh buat shopping. Percayalah, shopping-nya jadi lebih puas karena gak harus pusing-pusing untuk menyisakan uang. Iya kan?



Ketika konsep ini saya bawakan di twitter, masih juga ada yang bertanya: “bukankah sebaiknya kita menyiapkan untuk pensiun? Lalu bagaimana dengan dana cadangan? jadi gak usah nabung ya?” Dan berbagai pertanyaan sejenisnya.



Biar gak salah kaprah, yuk kita lihat kembali pernyataan mengenai cara menghabiskan uang.

Prioritas pertama adalah “Pay your God first” tentu artinya bukan membayar pada Allah, karena tidak Allah memerlukan apapun dari makhluknya. Yang saya maksud adalah membayar kewajiban yang diminta Allah SWT. Baik itu berupa zakat, maupun infaq dan sedekah yang bersifat sukarela.



Prioritas pengeluaran kedua adalah, bayar hutang. Kenapa harus bayar hutang duluan sebelum yang lain? Karena risikonya besar kalau tertunda. Kena denda, kena bunga tambahan, dan lain-lain. Semakin ditunda, akan semakin besar lagi konsekuensinya.



Prioritas pengeluaran yang ketiga adalah untuk saving. Dari namanya saja sudah jelas, saving di sini maksudnya adalah menabung.
Baik itu menabung untuk dana cadangan, ataupun investasi untuk masa depan seperti dana pensiun dan sebagainya. Asuransi pun saya masukkan di sini. Karena pos ini saya anggap sebagai keperluan di masa depan.



Dan prioritas terakhir yaitu pengeluaran untuk shopping alias konsumsi. Mulai dari makanan, transport, dan sebagainya yang kita nikmati saat ini juga.
Pengeluaran yang ini saya sarankan ambil dari sisanya saja setelah membayar zakat, setelah dipotong zakat, dan setelah menabung.
Karena pengeluaran ini cenderung tidak ada batas maksimalnya. Kalau ada uang 1 juta, bisa habis untuk konsumsi saja. Kalau ada uangnya 10 juta bisa habis hanya untuk konsumsi.



Mungkin ada juga nyeletuk “Lho, kalo gitu sama aja dong… selama ini juga habis-habis aja kok, malah kadang kurang… Ya, paling urutannya aja yang beda. Biasanya belanja dulu, kalo ada sisa baru deh ditabung, kalo ditagih baru deh bayar hutang. Sedekah? Kalo inget….”



Beda dong kalo gitu…!

Kenapa selama ini gagal menabung dengan rutin? Karena menunggu SISA. Dan seperti yang sudah saya katakan di atas, uang sulit sekali untuk bersisa.



Pengeluarannya mungkin sama saja, jumlahnya juga



<<>>
^_^
Jangan Lupa Mampir lagi di sini yaa?
>>>www.JAGOANBERITA.info<<<

Pesan dari:    Anugerah Mini Market

Minggu, 23 Oktober 2011

Berbisnis dan Berhutang Membuat Anda Kaya


Mau Kaya? Berhutanglah! Mungkin anda tidak mengerti apa arti slogan ini, pasti akan ada pertanyaan "Loh, bukannya yang biasanya berhutang adalah oang miskin?"Benar! orang miskin pada umumnya memiliki banyak hutang.Karena untuk memenuhi biaya hidupnya sendiri aja susah, jadi dia harus berhutang di sana sini.Tapi, bukan berarti yang berhutang hanyalah orang miskin. Orang yang super kaya pun memiliki banyak hutang. Dan, jangan heran kalau jumlah hutang orang kaya itu dalam nominal yang sangat besar.Kalau orang miskin yang memiliki pendapatan (misal) Rp.200 ribu/bulan, memiliki hutang Rp.2juta, berarti ratio pendapatan berbanding hutangnya adalah 1:10.Nah, sedangkan orang kaya yang memiliki hutang, rationya bisa 1:30, malah bisa lebih! Jadi, jangan kira mereka yang punya property ratusan hektar, hotel bintang lima, mall, dsb itu tidak punya hutang. Mereka pada umumnya mungkin hanya punya uang 20-30%, sisanya hutang. Dan, mereka itu orang-orang kaya di Indonesia, yang kalau dinilai assetnya, triliunan. Masih ingatkah anda bahwa rumus Kekayaan = Modal + Hutang? Jadi kalau kalau triliunan kekayaannya, berarti itu udah termasuk uang yang dimiliki ditambah hutangnya!
Apa yang ingin saya sampaikan di sini? Prinsip Robert Kiyosaki yang pada prinsipnya bilang: 'Kalau mau kaya, berhutanglah. Kok bisa? OK, Inilah ilustrasinya :Kalau anda punya Rp.100juta, dan mau buka restoran. Restoran dengan modal kelipatan Rp.100juta akan menghasilkan untung bersih Rp.20juta/bulan. Berarti dalam 1 tahun, anda akan mendapatkan keuntungan bersih Rp.240juta.Nah sekarang, bandingkan kalau anda punya Rp.100juta, dan berhutang ke Bank Rp.400juta. Berarti restoran anda akan bisa menghasilkan keuntungan bersih Rp.100juta/bulan. Berarti dalam 1 tahun, anda mendapatkan keuntungan Rp. 1.2M. Setelah bayar hutang ke Bank pun, anda masih memiliki Rp.800juta dikurangi bunga Rp. 60juta (15% per annum) = Rp. 740juta.Jadi di akhir tahun pertama, anda akan memiliki Rp.740juta kalau diawal berhutang Rp.400juta, dan ini jauh lebih besar dibandingkan dengan Rp.240juta uang yang anda miliki apabila anda memilih tidak berhutang sama sekali.
Tulisan saya ini hanya ilustrasi. Karena memang tidak ada rumusan yang pasti dalam berbisnis, banyak faktor X-nya. Bukan berarti kalau modal dikalikan 5, profit juga pasti akan menjadi 5 kali lipat. Tujuan tulisan ini, hanya untuk membuka pemikiran anda.Karena inilah memang kenyataan yang ada. Para orang kaya itu, memang memainkan game ini di kehidupan nyata. Dan, mau tau apa 1 rahasia lagi? 'Semakin besar hutangnya, semakin 'lunak' si Bank dalam menagih hutangnya'. Jadi jangan heran kalau ada orang kaya yang 'bangkrut', dia akan tetap diberikan kelunakan dalam memenuhi kewajibannya. Jelas, pihak Bank ingin uangnya kembali. Jadi pihak bank akan berbaik hati melunakkan jadwal pengembalian hutang dan bunganya.



Dikutip dari: infospesial.net
...!!!Harap kunjungi situs Asli!!!!...
<<---Dan pilih iklannya agar kita saling menguntungkan--->>
Anda Mendapat Informasi, Merekapun Juga Dapat Income 

<<>>
^_^

..Jangan Lupa Mampir Disini Lagi yaa?..
www.JAGOANBERITA.info
Pesan dari:    Anugerah Mini Market




Published with Blogger-droid v1.7.4
Published with Blogger-droid v1.7.4

Kamis, 01 April 2010

13 Cara Mendulang Uang Dengan Blog Berbahasa Indonesia


Salah satu pertanyaan yang paling sering saya terima adalah:
"Gimana sih caranya dapet duit dari ngeblog? Blog gue pake bahasa Indonesia, bisa nggak dapet dollar?"

Pertanyaan pertama agak panjang jawabannya. Ada banyak cara mendapatkan uang melalui aktivitas blogging. Tentu saja dengan cara yang halal dan benar. Beberapa artikel Blogguebo barangkali bisa menjadi awal untuk belajar bagaimana caranya mendulang uang melalui blog Anda.

Silahkan membuka-buka arsip lama
Tips Monetisasi Blog dan Seri Monetisasi Blog Anda.

Pertanyaan kedua lebih singkat jawabannya: BISA.

Ya, Anda bisa mendapatkan uang (baik dollar ataupun rupiah) dengan blog berbahasa Indonesia.

Berikut adalah 13 Cara Mendulang Uang Dengan Blog Berbahasa Indonesia yang barangkali bisa Anda pertimbangkan.

13 Cara Mendulang Uang Dengan Blog Berbahasa Indonesia
1. Menampilkan Iklan PPC (Pay-Per-Click) Domestik Saat ini setidaknya sudah ada 5 pelaku bisnis PPC domestik di Indonesia, yaitu
KlikSaya.com, KumpulBlogger, PPCIndo, IndoFad dan AdOnBanner. Dengan menjadi publisher program-program PPC domestik, Anda bisa menampilkan iklan berbahasa Indonesia dan mendapatkan komisi (tentu dalam rupiah) jika iklan tersebut di-klik oleh pengunjung blog Anda. Anda bisa menggunakan link-link dibawah ini jika ingin mendaftar program-program PPC domestik tersebut (jangan khawatir, tidak ada link affiliasi saya di link tersebut).
Klik disini untuk mendaftar KumpulBlogger Klik disini untuk mendaftar KlikSaya
Klik disini untuk mendaftar PPCIndo
Klik disini untuk mendaftar IndoFad
Klik disini untuk mendaftar AdOnBanner
Klik disini untuk mendaftar Biindit

2. Menampilkan Iklan PPC Asing (hanya yang berbasis CPM) Pilihan kedua adalah menampilkan iklan PPC asing yang berbasis impresi.
Dengan menampilkan iklan PPC berbasis impresi di blog Anda (ya, blog berbahasa Indonesia pun bisa), Anda akan mendapatkan komisi berdasarkan jumlah impresi iklan yang dilihat oleh pengunjung Anda (bukan berdasarkan klik pengunjung). Semakin banyak pengunjung blog Anda, tentu semakin besar pula impresi iklan yang Anda dapatkan. Program PPC asing berbasis CPM atau impresi bisa Anda dapatkan informasinya melalui link AdTalks.com ini.

3. Menampilkan Banner Program Affiliasi Asing Ada banyak sekali program affiliasi yang bisa Anda ikuti. Untuk lebih lengkapnya, silahkan buka link Monetisasi Blog Anda: (3) Program Paid-to-Affiliate. Meskipun bukan cara terbaik, menampilkan banner link affiliasi berukuran 125X125 di bagian Sponsor blog Anda bisa menjadi pilihan monetisasi blog berbahasa Indonesia. Jika pengunjung blog Anda melakukan pembelian melalui banner link affiliasi tersebut, Anda akan mendapatkan sejumlah komisi.

4. Menampilkan Banner Program Affiliasi Domestik Selain program affiliasi asing, saat ini juga sudah banyak program-program affiliasi domestik yang bisa Anda manfaatkan sebagai sarana monetisasi blog Anda. Dengan cara yang sama - menampilkan banner link affiliasi domestik - Anda memiliki peluang untuk mendulang uang melalui blog Anda. Sejumlah pengelola web hosting lokal memiliki program affiliasi yang bisa Anda ikuti dan promosikan di blog Anda.

5. Menulis Review Produk Affiliasi (dengan text link affiliasi Anda) Salah satu cara menjalankan program affiliasi (baik asing maupun domestik) melalui blog yang paling efektif adalah dengan menulis review tentang produk affiliasi yang hendak Anda promosikan di blog Anda. Akan lebih baik lagi jika Anda sudah menggunakan dan merasakan manfaat produk yang Anda promosikan. Program affiliasi Amazon.com dan Commission Junction memiliki banyak sekali produk yang bisa Anda review. Pilih produk yang sesuai dengan niche dan kebutuhan pembaca blog Anda, tulis reviewnya dan jika pembaca blog Anda melakukan pembelian produk yang Anda rekomendasikan, Anda akan mendapatkan sejumlah komisi.

6. Mengikuti Program Paid Review Program paid review adalah cara lain monetisasi blog berbahasa Indonesia. Seperti namanya, sebagai publisher program ini Anda diminta untuk menulis review produk atau jasa tertentu (dalam bahasa Inggris) dan akan mendapatkan komisi atas review yang Anda tulis di blog Anda. Ya, blog berbahasa Indonesia (untuk beberapa program paid review seperti SponsoredReviews.com, ReviewMe, Blogsvertise, BuyBlogReviews.com) pun bisa mendaftar sebagai publisher program-program paid review. Bahkan jika blog Anda memiliki link ranking, Alexa, Technorati dan PR (Page Rank) yang cukup tinggi, bukan tidak mungkin Anda akan mendapatkan komisi yang cukup besar untuk satu artikel review. Saat ini Anda juga bisa mendaftar program paid review lokal pertama di Indonesia, ReviewMu.com. Untuk informasi program paid review yang lain silahkan klik Monetisasi Blog Anda: (1) Program Paid-to-Review.

7. Menampilkan Google Adsense for Search Kendala blog berbahasa Indonesia untuk menampilkan program Google Adsense adalah adanya larangan Terms and Services Adsense untuk menampilkan Unit Ads, Link Ads serta Referral Ads di blog berbahasa selain Inggris. Meskipun demikian, Anda masih bisa menampilkan unit Adsense for Search di blog Anda. Pergunakanlah layanan Google Custom Search Engine (seperti yang ada di blog ini) untuk mendapatkan hasil pencarian sesuai kata kunci dan alamat situs yang Anda inginkan. Silahkan membaca juga Seri Tutorial Panduan Mendaftar Google Adsense.

Klik disini untuk mendaftar Google Adsense.

8. Menjual Text Link Ads Pilihan monetisasi blog berbahasa Indonesia yang lain adalah dengan menjual link di blog Anda. Dengan menjual link, yang Anda lakukan adalah menyediakan spot text link situs-situs yang ingin beriklan dan sekaligus mendapatkan link back dari blog Anda. Semakin tinggi
link ranking, Alexa, Technorati dan PR blog Anda, semakin mahal harga link yang bisa Anda tawarkan. Saat ini banyak program text link ads yang bisa Anda ikuti. Beberapa diantaranya adalah Text-Link-Ads.com, TNX.net, LinkWorth.com dan TextLinkBrokers.com.

9. Menjual Spot Iklan Mandiri Menjual spot iklan secara langsung kepada mereka yang tertarik memasang iklan di blog Anda adalah pilihan lain monetisasi blog berbahasa Indonesia yang saat ini semakin populer. Meskipun cara seperti ini memerlukan strategi khusus (misalnya bagaimana cara mendapatkan pemasang iklan), namun jika niche blog Anda cukup menarik dengan pengunjung yang cukup banyak, pendapatan iklan mandiri tidak bisa dibilang kecil. Saya sendiri mendapatkan hasil yang cukup lumayan dari menjual spot iklan mandiri di blog saya.

10. Menjual Jasa Keahlian Anda Jika Anda memiliki keahlian tertentu (misalnya web design, web programming, logo design, copy writing, atau bahkan keahlian-keahlian lain seperti memasak, menulis, menerjemahkan), tidak ada salahnya mempromosikan keahlian Anda melalui blog Anda. Selain sebagai ruang pribadi untuk menuangkan ide dan tulisan, blog Anda juga bisa berperan sebagai sarana public relation yang cukup efektif untuk memperkenalkan keahlian Anda. Jadi silahkan mencari keahlian apa yang kira-kira bisa Anda jual melalui blog Anda.

11. Menjual Produk Digital Karya Anda Sendiri Saat ini menulis dan membuat e-book bukan lagi sesuatu yang sulit. Jika Anda memiliki keahlian tertentu yang bisa Anda jual, menuliskannya menjadi sebuah e-book dan mempromosikannya melalui blog Anda adalah sebuah pilihan yang brilian. Selain mendapatkan keuntungan penjualan e-book, melalui blog yang sama Anda juga bisa mengembangkan sistem affiliasi sehingga pengunjung blog Anda bisa mempromosikan kembali e-book Anda dengan memberikan imbalan tertentu.

12. Menjual Produk Fisik Karya Anda Sendiri Selain produk digital berupa e-book, produk-produk fisik (misalnya CD, buku, kaos, cenderamata, kado/gift ulang tahun, bahkan kue ulang tahun) juga bisa Anda promosikan dengan memanfaatkan blog Anda. Jika saat ini Anda telah memiliki bisnis offline, tidak ada salahnya mencoba menjangkau pasar yang lebih luas dengan promosi secara online melalui blog Anda.

13. Menjadi Perantara/Broker Jasa Orang Lain Menjadi perantara atau broker jasa orang lain juga bisa menjadi pilihan monetisasi blog Anda. Sekedar misal, jika Anda kebetulan tinggal di daerah wisata (Bali atau Yogyakarta misalnya), Anda bisa menawarkan kerjasama dengan biro travel atau hotel-hotel kecil sekelas Melati untuk mempromosikan jasa mereka melalui blog Anda dengan imbalan komisi tertentu. Akan lebih baik lagi apabila niche blog Anda sesuai dengan jasa yang hendak Anda promosikan. Jika pengunjung blog Anda melakukan booking hotel atau jasa biro travel tersebut, Anda mendapatkan komisi dalam jumlah tertentu.


Nah, sebenarnya ada banyak cara untuk menghasilkan uang dengan blog berbahasa Indonesia bukan?

Jadi tidak ada alasan untuk berkecil hati dan beralasan bahwa Anda tidak bisa mendulang uang melalui blog Anda hanya karena blog Anda berbahasa Indonesia.


Selamat mencoba! :) Wish you all the best.

Berlangganan Blogguebo.com secara GRATIS:
Jika ini adalah kunjungan pertama Anda di Blogguebo.com dan Anda ingin mendapatkan update tips-tips menghasilkan uang lewat blog secara gratis setiap minggunya, silahkan berlangganan artikel-artikel Blogguebo.com melalui email Anda hanya dengan mengisi form berlangganan dibawah ini. Good luck and happy blogging!

(Gambar diambil dari Blaugh.com)

Medhy Aginta Hidayat
Dikutip dari: blogguebo.com
...!!!Harap kunjungi situs Asli!!!!...
<<---Dan pilih iklannya agar kita saling menguntungkan--->>
Anda Mendapat Informasi, Merekapun Juga Dapat Income

Pilih Karier atau Wirausaha?


KOMPAS.com — Setiap orang pasti memiliki rencana dalam hidupnya. Salah satunya, bagaimana ia akan menikmati hari tua kelak. Alternatif yang bisa dipilih? dengan mengumpulkan cukup simpanan dana pensiun atau memiliki usaha sendiri ketika masih pada usia produktif. Mana yang lebih tepat? Berikut kiat dari Eko Endarto RFA, perencana keuangan dari Finansial Consulting, agar tidak terjerumus pada keputusan yang kurang tepat sebelum memutuskan mengakhiri karier dan memulai usaha sendiri.

Baca peluang
Pada dasarnya yang dilihat dari sebuah pilihan berkarier atau wirausaha bukan sekadar peluang. Peluang itu akan selalu ada. Namun, yang paling penting untuk diperhatikan adalah apakah peluang itu bisa menjadi prospek yang bagus untuk masa depan kita? Pahami jika ini sudah melewati pertimbangan yang matang. Semua pilihan pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Cara terbaik untuk mengetahui pilihan yang tepat adalah dengan membuat pertimbangan peluang yang bisa memberikan prospek bagus bagi diri kita ke depan. Bila prospeknya bagus dan hal itu bisa terjadi, maka apa pun pilihannya takkan jadi masalah.

Bisa kapan saja
Pilihan berwirausaha sebenarnya bisa dilakukan kapan saja. Apakah ketika masih di usia produktif, atau ketika sudah memasuki masa pensiun. Prinsipnya, bila merasa pilihan dan peluang yang diberikan bisa mendatangkan prospek bagus, maka mengapa tidak? Prospek yang baik ini bukan hanya dilihat dari kekayaan atau kesejahteraan yang bisa dicapai, melainkan juga memberikan aktualisasi diri.

Mengenai penentuan kapan berwirausaha dapat dimulai, lebih cepat dimulai tentu lebih baik.

Ingat, wirausaha adalah sebuah proses, bukan seperti bekerja dan menerima gaji secara langsung setelah 1 bulan kita menerima pekerjaan. Hasilnya baru akan dipetik setelah usaha membuahkan hasil dan kedatangan keberhasilan itu tidak dapat diprediksi; bisa cepat, bisa juga lambat; tergantung bagaimana seseorang menjalani proses tersebut.

Kesungguhan dan disiplin
Sebelum memulai berwirausaha, pastinya akan ada pertanyaan besar yang mengganjal: Berapa besar modal yang harus dikumpulkan untuk bisa memulai usaha baru?

Sebenarnya tidak ada patokan berapa besar modal uang yang dibutuhkan, tapi yang paling utama adalah modal kesungguhan dan disiplin menjalani proses. Namun, tidak mungkin bisa menjalankan usaha tanpa ada uang sama sekali. Tetap dibutuhkan perhitungan modal sebelum menjalankan usaha.

Nah, besaran modal yang dibutuhkan tersebut sangat tergantung dengan jenis dan besaran usaha yang akan dijalankan. Kalau dimulai dari usaha yang kecil, hanya dengan dana Rp 100.000 pun kita sudah bisa memulai usaha. Begitu pula untuk usaha yang lebih besar.

Namun, dengan dana Rp 100 juta, modal usaha juga bisa kurang jika digunakan untuk usaha jenis lain. Jadi, modal usaha memang sangat tergantung jenis dan skala besaran usahanya. Sebaiknya kalkulasikan dengan baik sasaran usaha yang akan dilakukan dan sisihkan dahulu penghasilan sebagai modal usaha kelak.

Berapa dana yang disisihkan? Minimal sisihkan 20 persen dari penghasilan untuk dikumpulkan sebagai modal usaha. Anggaplah usaha ini kelak sebagai investasi masa depan.

Fokus pada tujuan
Sebelum memilih untuk berwirausaha, pahami bila pada setiap usaha pasti akan mengalami masa sulit. Tanamkan dalam pemikiran, usaha adalah proses. Di dalam proses tersebut selalu ada saat yang bagus, tetapi ada juga yang tidak bagus. Apabila masa sulit datang, cobalah ingat kembali bahwa salah satu alasan kita memilih berwirausaha adalah prospek ke depan lebih menjanjikan atau paling tidak akan lebih baik dari kondisi saat ini.

Hal penting lain yang patut dicatat adalah selalu fokus pada tujuan masa depan. Mungkin akan selalu ada goncangan kecil dalam perjalanan mencapai tujuan, tapi jangan sampai menghancurkan keyakinan, apalagi hingga menghilangkan harapan pada tujuan ke depan.

Asuransi usaha
Semua kegiatan pasti ada risikonya, termasuk juga usaha. Selain itu, saat ini, Anda dapat memilih menanggung risiko itu sendirian dengan kekayaan pribadi atau dengan meletakkan risiko tersebut ke orang lain dengan asuransi. Memang, pada dasarnya usaha tidak dapat diasuransikan. Namun, aset usaha sangat bisa diasuransikan.

Aset usaha berupa tempat usaha, barang dagangan, atau jenis aset lainnya masih bisa diasuransikan. Caranya, dengan menghubungi perusahaan asuransi kerugian. Bersama mereka, kita dapat menghitung besaran aset yang dapat diasuransikan. Selain itu, konsultasikan mengenai produk yang paling sesuai dengan risiko yang paling mungkin terjadi terhadap usaha yang Anda pilih.

(Tabloid Nova)



Editor: NF
Dikutip dari: kompas.com
...!!!Harap kunjungi situs Asli!!!!...
<<---Dan pilih iklannya agar kita saling menguntungkan--->>
Anda Mendapat Informasi, Merekapun Juga Dapat Income

Total Pageviews