Pages

Labels

Labels

Tampilkan postingan dengan label Tips Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Keluarga. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 April 2012

Tips Menyusui Ala Donna Agnesia

Tips Menyusui Ala Donna Agnesia
Ibu tiga anak ini memang punya prinsip bahw` ASI adalah hal wajib yang harus diberikannya pada anak-anaknya. Namun saat dia sibuk dan tidak sempat menyusui, apa yang akan dilakukannya?
Donna Agnesia sendiri mengungkapkan bahwa dia terus memberikan ASI pada anak-anaknya selam enam bulan penuh. Setelah enam bulan, baru Donna akan memberikan makanan tambahan lain.



>>>!!!Kami Hanya Penyedia Berita!!!<<<
...!!!Harap kunjungi situs Asli!!!!...
Dan pilih iklannya agar kita saling menguntungkan
Anda Mendapat Informasi, Merekapun Juga Dapat Income 
^_^
Jangan Lupa Mampir lagi di sini yaa?
>>>www.JAGOANBERITA.info<<<

Pesan dari:    Anugerah Mini Market Tapen, Cindogo - Bondowoso

Minggu, 13 November 2011

Empat Penyebab Anak Malas Belajar

Berbagai upaya sudah dilakukan agar anak semangat belajar. Tapi, hasilnya justru sebaliknya. Seringkali penyebabnya muncul dari orangtua.

Memahami anak sebagai individu yang sedang menjalani tahapan-tahapan dalam masa pertumbuhannya, diperlukan kesabaran ekstra. Demikian pula ketika mendapati anak yang telah memasuki usia sekolah begitu malas belajar. Mengandalkan guru untuk menyelesaikan masalah? Tentu tak bisa begitu.

Apalagi bila kita menyadari bahwa anak sesungguhnya memulai pendidikannya dari rumah. Sehingga, peran orangtua untuk membantu secara langsung kesulitan yang dialami anak merupakan hal yang sangat penting. Mencari penyebabnya adalah langkah awal untuk menerapkan solusi yang tepat.

Robert D. Carpenter MD adalah seorang peneliti yang pernah mengadakan pengamatan terhadap perkembangan belajar murid sekolah dasar di California, Amerika Serikat. Dalam pengamatannya ditemukan adanya penyebab mengapa anak-anak kerap mengalami masalah dalam belajar yang cenderung membuat mereka jadi malas. Berikut ini empat penyebab yang kerap terjadi dan menyebabkan anak malas belajar.

Spoiler for Pertama:
1. Komunikasi tidak efektif


Ingat, target kita berkomunikasi adalah memastikan bahwa ‘pesan’ yang ingin kita sampaikan kepada penerima pesan (anak) diterima dengan benar. Tentu orangtua ingin agar anak mengerti, menyukai dan melakukan apa-apa yang dipikirkan orangtua. Komunikasi yang efektif juga bisa mengungkapkan kehangatan dan kasih sayang orangtua, misalnya, “Ayah bangga sekali, kamu sudah berusaha keras belajar di semester ini.”

Coba ingat-ingat bagaimana pola komunikasi yang kita bangun selama ini. Sudahkah anak-anak menangkap pesan yang kita sampaikan sesuai dengan yang kita maksud?

Seringkali orangtua lupa menyampaikan ‘isi’ dari pesannya, tapi lebih banyak merembet pada hal-hal yang sebenarnya di luar maksud utamanya. Misal, nilai ulangan harian anak di bawah rata-rata teman sekelasnya. Tanpa bertanya terlebih dulu kepada anak kenapa nilainya jelek, Ibu langsung komentar, “Itulah akibatnya kalau kamu nggak nurut Ibu. Main melulu sih. Ibu tuh dulu waktu sekolah nggak pernah dapat nilai 6. Kamu kok nilainya jelek begini. Gimana sih?” Apa inti pesan yang disampaikan Ibu? Anak salah karena nilainya jelek dan semakin salah karena Ibu selalu membandingkan anak dengan keadaan Ibunya sewaktu sekolah. Akibatnya, anak akan berpendapat, “Ah, nggak ada gunanya bilang ke Ibu kalau nilai jelek. Nanti pasti dimarahin.”

Padahal, mengetahui nilai anak yang di bawah rata-rata buat orangtua sangat penting untuk mengevaluasi penyebabnya. “Wah, nilai anak saya untuk mata pelajaran matematika kenapa selalu jelek ya? Apa yang perlu dibantu?” Sederet pertanyaan itu bisa terjawab bila kita berkomunikasi secara efektif, bukan menyalah-nyalahkan anak. Bila penyebab bisa segera diketahui, maka orangtua bisa mencari solusinya dan melakukan perbaikan.

Komunikasi yang tidak efektif yang berjalan selama bertahun-tahun, pastinya akan berdampak negatif pada pembentukan karakter anak. Padahal, salah satu fungsi komunikasi adalah untuk mengenal diri sendiri dan orang lain. Bisa dipastikan pola seperti itu akan membuat anak bingung dalam mengenali dirinya sendiri dan orangtuanya. ‘Apa sih sebenarnya maunya Ayah/Ibu?’ Kebingungan ini mengakibatkan dalam diri anak tidak tumbuh motivasi kuat untuk berprestasi, toh mereka tak tahu apa gunanya mereka belajar.


Spoiler for Kedua:
2. Tak terbantahkan


‘Pokoknya kamu harus ranking satu. Dulu, ayah sekolah jalan kaki, tapi selalu ranking satu. Kenapa kamu nggak bisa?’ Menekankan dengan kalimat, ‘pokoknya’, ‘seharusnya’, dan kata sejenis lainnya menunjukkan tidak adanya celah untuk pilihan lain.

Orangtua yang tak terbantahkan membuat anak sulit mengemukakan pendapatnya. Bahkan, sulit mengetahui potensi dirinya sendiri, apalagi mengoptimalkan potensinya. Kecenderungan tak terbantahkan ini kalau berlanjut terus bisa menjurus pada upaya memaksakan kehendak orangtua pada anak. Misalnya, “Nanti kamu harus jadi dokter.” Kalaupun akhirnya anak mengikuti kehendak orangtuanya kuliah di fakultas kedokteran, ia akan menjalaninya dengan setengah hati. Bisa jadi, hanya setahun dijalani, selanjutnya keluar karena bertentangan dengan keinginannya. Tentu kita tak ingin ini terjadi bukan?


Spoiler for Ketiga:
3. Target tidak pas


Target yang tidak pas, bisa terlalu rendah atau terlalu tinggi dari kemampuannya. Jangan sampai memaksakan begitu banyak kegiatan pada seorang anak sehingga mereka jadi jenuh dan terlalu lelah. Akibat overaktivitas, banyak anak yang kemudian mulai meninggalkan belajar sebagai kegiatan yang seharusnya paling utama.

Di sinilah peranan orangtua sangat penting, jangan sampai terlalu memaksa anak dengan harapan agar mereka dapat menuai prestasi sebanyak-banyaknya. Mereka didaftarkan pada berbagai macam kursus atau les privat tanpa mengetahui bahwa batas IQ seorang anak tidak memungkinkannya menerima berbagai macam kegiatan yang disodorkan oleh orangtua.

Namun, sebaliknya bagi anak yang memiliki IQ tinggi, juga perlu penanganan khusus, karena mereka tidak cukup dengan target regular untuk anak lainnya. Mereka membutuhkan tantangan lebih supaya potensinya



<<>>
^_^
Jangan Lupa Mampir lagi di sini yaa?
>>>www.JAGOANBERITA.info<<<

Pesan dari:    Anugerah Mini Market

Inilah Trik Agar Orangtua Menyukai Kekasih Baru Anda




Inilah Trik Agar Orangtua Menyukai Kekasih Baru Anda Inilah Trik Agar Orangtua Menyukai Kekasih Baru Anda
Terkadang ayah atau ibu tidak suka dengan pria yang dekat dengan Anda. Ada saja kendalanya, mulai dari pakaian pria yang kurang menunjang, hingga tingkah lakunya yang kurang sopan.
Untuk itu, Anda perlu tahu triknya agar orangtua memberikan kesan positif pada kekasih Anda. Simak tipsnya dari WikiHow berikut ini.

1. Bicarakan Pada Kekasih dan Orangtua
Katakan pada kekasih jika Anda ingin mengenalkannya pada orangtua Anda. Jika dia menolak, jangan paksakan kehendak, mungkin dia belum siap. Ketika si dia sudah mau diajak bertemu orangtua Anda, katakan pada orangtua kapan mereka bisa bertemu dengan kekasih baru Anda tersebut.

2. Kenalkan Terlebih Dahulu Pada Kakak atau Adik Anda
Mengenalkannya kepada kakak atau adik Anda lebih dulu dapat meminimalkan rasa canggung si dia saat berkenalan dengan orangtua Anda nantinya. Selain itu kakak atau adik Anda akan bercerita pada orangtua tentang kekasih Anda. Sehingga orangtua tidak hanya mendengar cerita si dia dari mulut Anda sendiri, melainkan dari pendapat orang lain.

3. Kenalkan Pada Ibu
Sebelum bertemu dengan ayah, sebaiknya kenalkan si dia pada ibu Anda terlebih dahulu. Biasanya ibu memiliki rasa simpati yang lebih besar. Mereka lebih bisa menerima kekasih baru Anda dengan ramah. Berbeda dengan ayah yang lebih sensitif ketika putrinya memiliki kekasih baru.

4. Siapkan Si Dia untuk Bertemu dengan Keluarga Inti Anda
Katakan padanya apa yang disukai dan tidak disukai dari orangtua Anda. Hal itu agar si dia bisa menjaga sikapnya saat didepan orangtua Anda. Pastikan kekasih Anda menggunakan busana yang sopan dan rapi. Katakan padanya agar tidak menggunakan jins robek dan kaus usangnya, serta lepas tindikannya (jika ada). Penampilan yang baik dapat memberikan kesan pertama yang baik juga.

5. Siap dengan Daftar Pertanyaan dari Orangtua
Lulusan apa?, Kerja dimana?, Kapan akan menikah?. Beberapa

 
<<>>
^_^
Jangan Lupa Mampir lagi di sini yaa?
>>>www.JAGOANBERITA.info<<<

Pesan dari:    Anugerah Mini Market

Rabu, 26 Oktober 2011

Hampir 1 dari 10 Orang Tua Menyesali Nama Anaknya


Walau banyak orang tua yang cukup lama memikirkan nama yang tepat untuk anaknya, banyak yang berujung penyesalan terhadap nama yang diberikan.

Survei yang dilakukan terhadap lebih dari 1.000 orang tua baru-baru ini menyebutkan bahwa 8% dari mereka memberikan nama lain untuk anak mereka.

Di antara mereka, mayoritas, 53%, mengatakan mereka merasa memberikan nama yang jadi trend saat itu, tetapi tidak sekarang.

Namun, 32% berkata mereka menyesali nama anaknya karena nama tersebut sangat umum sehingga anak-anak mereka tidak merasa



<<>>
^_^
Jangan Lupa Mampir lagi di sini yaa?
>>>www.JAGOANBERITA.info<<<

Pesan dari:    Anugerah Mini Market

Selasa, 25 Oktober 2011

Inilah Tips meluluhkan hati calon mertua






 Inilah Tips meluluhkan hati calon mertua
Pertemuan dengan calon mertua biasanya akan membuat kita tegang dan bingung… kalau ketemu nanti mau bicara apa??? terus, bagaimana bersikap sama keluarganya??? Ini ada beberapa tips buat para cewek untuk meluluhkan hati calon mertua…
1. Kasih Salam. Ucapkan selamat pagi, siang, sore, malam dan selalu berikan senyum, saat bertemu dengan mereka. Selain itu jangan pernah panggil calon mertua dengan sebutan yang sering dipakai si dia seperti mama atau ayah. Selain itu, jika bertemu tiba-tiba dengan calon mertua di jalan, jangan pura-pura tidak mengenalnya. Bersikpa ramah dan tanyakan kabar mereka, seperti “Selamat Sore, apa kabar tante?” atau “Tante..sendirian saja nih?”. Hal ini akan mampu mencairkan suasana yang awalnya beku.
2. Dari Perut Turun Ke Hati. Makanan memang selalu berhasil menyatukan Anda dengan orang lain termasuk calon mertua. Tidak ada salahnya untuk membawakan mereka kue atau masakan Anda sendiri. Usahakan makanan yang memang mereka sukai, pastikan rasanya memang enak dan bentuknya pun menarik. Kalau tidak bisa memasak, beli di resto dekat ruamh juga tidak menjadi soal.
3. ‘Suap’ Saja. Siapa yang tidak suka mendapatkan hadiah? Calon mertua pasti juga akan melunak jika diberi hadiah asal momennya sesuai, seperti pada saat hari raya atau ulang tahunnya. Tidak perlu mahal, yang penting bisa berguna buat mereka.
4. Tunjukan Rasa Cinta Anda. Tidak perlu malu menunjukkan rasa cinta Anda kepada si dia di depan orang tuanya. bukan berarti Anda bebas menciumd an memeluknya, cukup denga cara berbicara dan perlakuan Anda. Misalnya, mengingatkan si dia untuk makan siang.
5. Tetap Tulus. Jika dari awal, Anda malas bertemu calon mertua, lambat laun pasti akan ketahuan. calon mertua akan sadar dengan sikap Anda yang terpaksa. Misalnya, senyum dan tawa Anda yang dibuat-buat. Untuk itu, hilangkan perasaan kalau calon mertua, meskipun sikapnya menyebalkan, dan meskipun Anda kadang terkena omelannya. Ingat, berka didikan dan cinta mereka, si dia berhasil menarik perhatian Anda. Anggap saja rasa hormat Anda adalah rasa terima kasih Anda karena karena sikap baik beliau. Lama kelamaan, sikap galak ibu calon mertua akan luntur juga.



Dikutip dari: gameshp.info
...!!!Harap kunjungi situs Asli!!!!...
<<---Dan pilih iklannya agar kita saling menguntungkan--->>
Anda Mendapat Informasi, Merekapun Juga Dapat Income 

<<>>
^_^

..Jangan Lupa Mampir Disini Lagi yaa?..
www.JAGOANBERITA.info
Pesan dari:    Anugerah Mini Market

Total Pageviews