Pages

Senin, 29 Maret 2010

Bahaya Melakukan Aborsi

Jakarta, Mendapatkan kehamilan yang tidak terduga memang kerap menimbulkan beban mental tersendiri. Akibatnya banyak praktik aborsi yang dilakukan meski itu terbilang ilegal. Apa saja bahaya dari aborsi?

Aborsi bukanlah suatu prosedur medis yang sederhana. Jika dilakukan secara sembarangan dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius.

Bahkan bagi beberapa perempuan hal ini dapat mempengaruhi fisik, emosional dan spiritualnya. Namun tidak semua orang tahu tentang risiko yang bisa dialami jika melakukan aborsi.

Seperti dikutip dari Pregnancycenter, Senin (29/3/2010) aborsi bisa dilakukan dengan beberapa prosedur, yaitu:

1. Manual vakum
Bedah aborsi ini dilakukan di awal kehamilan hingga usia 7 minggu setelah periode menstruasi terakhir. Prosedur ini menggunakan tabung tipis dan panjang yang dimasukkan ke dalam rahim. Jarum suntik yang melekat pada tabung akan menyedot embrio keluar.

2. Metode kuret
Prosedur ini adalah yang paling umum, biasanya untuk usia 6-14 minggu. Karena bayi sudah lebih besar, maka dokter harus melakukan peregangan pada leher rahim dengan menggunakan batang besi. Setelah leher rahim terbuka, dokter akan memasukan tabung plastik keras ke dalam rahim yang dihubungan dengan mesin penghisap. Maka janin akan terisap keluar dari rahim, setelahnya dokter akan menggunakan pisau berbentuk lingkaran yang disebut dengan kuret untuk membersihkan sisa janin yang masih tertinggal di rahim.

3. Pelebaran dan evakuasi
Prosedur aborsi ini dilakukan saat memasuki usia trimester kedua kehamilan. Dalam proses ini leher rahim akan dibuka lebih lebar, setelah terbuka maka dokter akan mengeluarkan janin dengan menggunakan forsep (tang). Tengkorak dari janin akan dilumatkan terlebih dahulu untuk mempermudah proses.

4. Aborsi dengan menggunakan pil
Prosedur ini biasanya dilakukan saat usia kehamilan 4-7 minggu. Obat yang diberikan akan menyebabkan kematian embrio dan mengeluarkannya dari dalam rahim. Namun obat ini biasanya tidak dapat bekerja pada kasus kehamilan ektopik.

Namun bukan berarti prosedur di atas aman untuk bayi dan ibu hamil. Ada beberapa efek samping yang bisa terjadi baik oleh bedah atau pil jika dilakukan secara sembarangan, seperti kram perut, mual, muntah dan diare.

Ada juga risiko komplikasi seperti pendarahan, infeksi dan kerusakan organ. Sementara komplikasi yang serius bisa timbul adalah:


  1. Pendarahan hebat. Jika leher rahim robek atau terbuka lebar akan menimbukan pendarahan yang dapat berbahaya bagi keselamatan ibu. Terkadang dibutuhkan pembedahan untuk menghentikan pendarahan tersebut.
  2. Infeksi. Infeksi dapat disebabkan oleh alat medis tidak steril yang dimasukkan ke dalam rahim atau sisa janin yang tidak dibersihkan dengan benar.
  3. Aborsi tidak sempurna. Adanya bagian dari janin yang tersisa di dalam rahim sehingga dapat menimbulkan perdarahan atau infeksi.
  4. Sepsis. Biasanya terjadi jika aborsi menyebabkan infeksi tubuh secara total yang kemungkinan terburuknya menyebabkan kematian.
  5. Kerusakan leher rahim. Kerusakan ini terjadi akibat leher rahim yang terpotong, robek atau rusak akibat alat-alat aborsi yang digunakan.
  6. Kerusakan organ lain. Saat alat dimasukkan ke dalam rahim, maka ada kemungkinan alat tersebut menyebabkan kerusakan pada organ terdekat seperti usus atau kandung kemih.
  7. Kematian. Meskipun komplikasi ini jarang terjadi, tapi kematian bisa terjadi jika aborsi menyebabkan perdarahan yang berlebihan, infeksi, kerusakan organ serta reaksi dari anestesi yang dapat menybabkan kematian.

Selain itu ada juga risiko lain jika melakukan lebih dari satu kali aborsi yaitu meningkatkan risiko melahirkan prematur nantinya serta komplikasi lain akibat prematur seperti masalah pada mata, otak, pernapasan atau usus.

Para ahli medis kini sedang meneliti hubungan antara aborsi dengan kanker payudara, yaitu saat seseorang mulai hamil maka dengan sendirinya jaringan yang berhubungan dengan air susu juga akan berkembang. Namun jika dilakukan aborsi ada kemungkinan jaringan ini mengembangkan kanker payudara.

Sedangkan efek aborsi terhadap faktor emosional adalah menimbulkan kelainan pola makan, timbul rasa bersalah yang dapat memicu stres atau depresi serta kemungkinan disfungsi seksual.

Mendapatkan kehamilan yang tidak terduga memang menimbulkan beban mental tersendiri, tapi memilih untuk melanjutkan kehamilan dan menjadi orangtua adalah satu-satunya pilihan yang terbaik.

Bicaralah dengan seseorang yang bisa dipercaya serta adanya dukungan dari orang-orang disekitar akan membantu seseorang menjalani kehamilan yang tidak diinginkannya itu.

(ver/ir)



Dikutip dari: detik.com
...!!!Harap kunjungi situs Asli!!!!...
<<---Dan pilih iklannya agar kita saling menguntungkan--->>
Anda Mendapat Informasi, Merekapun Juga Dapat Income

Pesan dari www.cari-barang.com

Membuat Si Kecil Cerdas

KOMPAS.com - Faktor genetika memang mempengaruhi tingkat kecerdasan anak saat dilahirkan. Namun kecerdasan saat anak beranjak dewasa juga ditentukan dari nutrisi dan stimulasi yang diberikan oleh orang tua mereka. Kedua hal ini, yakitu nutrisi dan stimulasi, bahkan paling berperan menentukan kecerdasan anak dalam masa pertumbuhan.

Saat seorang anak dilahirkan, otaknya belum tumbuh dengan sempurna. Pertumbuhan otak anak ini berlangsung pada usia lima tahun pertama atau biasa disebut periode emas pertumbuhan. Pada masa inilah orangtua berperan sangat penting dalam memberikan stimulasi agar perkembangan otak optimal dan anak mencapai kecerdasan yang tinggi di kemudian hari.

Stimulasi adalah kegiatan merangsang dan melatih kemampuan anak yang berasal dari lingkungan luar anak (orang tua atau pengasuhnya). Untuk itu tentu saja anak juga membutuhkan dukungan nutrisi yang cukup berupa protein, energi serta asam lemak essensial seperti AA,DHA, asam amino essensial T&T (Tirosin dan Triptofan), mineral seperti Fe, Ca, Zn.

"Tujuan stimulasi untuk balita usia 0-1 tahun adalah agar mereka harus mengenal sumber suara dan mencari objek yang tidak kelihatan, melatih kepekaan perabaan, koordinasi mata-tangan dan mata- telinga," ujar Dr. dr. Kusnandi Rusmil Sp.A (K), Ahli Tumbuh Kembang Anak dari Rumah Sakit Hasan Sadikin dalam acara Konferensi Pers Ajakan Cerdas untuk Orangtua Optimalkan Tumbuh Kembang Anak melalui Stimulasi dan Nutrisi di Dolanan PreSchool, Dharmawangsa yang diadakan oleh Susu Pertumbuhan Frisian Flag 123 & 456 pada Jumat (26/3/2010).

Sedangkan untuk balita usia 2-3 tahun stimulasi yang diperlukan adalah melatih mengembangkan ketrampilan berbahasa, warna, mengembangkan kecerdasan dan daya imajinasi. Tahapan balita usia 3-6 tahun adalah mengembangkan kemampuan perbedaan dan persamaan, berhitung, menambah dan sportivitas. Stimulasi akan membuat sistem syaraf berfungsi dengan baik.

"Tumbuh kembang otak manusia mencapai puncaknya saat balita mencapai usia lima tahun. Oleh karena itu, pemenuhan nutrisi untuk tumbuh kembang otak yang optimal bagi balita harus diperoleh setiap harinya dari 3 kali makan utama, 2 kali snack dan 2 gelas (400ml) susu," ujar Yeni Novianti, Ahli nutrisi Frisian Flag Indonesia.

Selain bantuan stimulasi dan nutrisi, yang tidak kalah penting adalah dukungan keluarga dalam mengoptimalkan stimulasi pada anak. Pemberian stimulasi dan nutrisi pada anak tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada pengasuh atau baby sitter. Orangtua harus berperan aktif membina kebersamaan keluarga dan menciptakan waktu berkualitas (quality time) dengan waktu yang sedikit namun dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Hal itu bisa diterapkan dalam hal sederhana misalnya makan bersama. Kesempatan itu dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan aneka ragam makanan, nama dan warnanya kepada anak, serta mengajarkan ketrampilan makan.

Saat anak minum susu dapat dibarengi membacakan buku cerita atau menonton televisi sambil menyelipkan pesan manfaat minum susu bagi anak. Usahakan mendampingi anak dan bercakap-cakap saat menonton televisi. Ajak anak berolahraga atau bermain mengenal alam dan lingkungannya pada akhir pekan.

"Kebersamaan antar orang tua dan anak sangat dibutuhkan untuk menjalin komunikasi guna memungkinkan pemberian stimulasi dan nutrisi yang tepat untuk anak, " ujar Psikolog anak dari Uiversitas Indonesia, Efriyani Djuwita MSi.


C2-10

Editor: wsn



Dikutip dari: kompas.com
...!!!Harap kunjungi situs Asli!!!!...
<<---Dan pilih iklannya agar kita saling menguntungkan--->>
Anda Mendapat Informasi, Merekapun Juga Dapat Income

Pesan dari www.cari-barang.com

Tips Penggunaan dan Perawatan Handuk

JAKARTA, KOMPAS.com - Anda sering menggunakan handuk selama seminggu tanpa diganti? Atau sering menjemurnya di tempat yang lembab? Sebaiknya mulai sekarang perhatikan hal tersebut, karena penggunaan dan perawatan handuk yang salah, akan berakibat buruk, terutama pada kesehatan kulit.

PT Indah Jaya, produsen handuk Merah Putih, membagikan beberapa tips penggunaan dan perawatan handuk :
1. Gunakan handuk sesuai jenis dan fungsinya.
2. Rendam dan cucilah handuk yang baru dibeli sebelum digunakan, agar residu dari proses pembuatan handuk dapat hilang.
3. Jemurlah handuk di tempat yang kering dan terkena matahari, agar tidak lembab dan tidak mudah ditumbuhi jamur
4. Gantilah handuk setiap pemakaian 2-3 hari untuk mencegah handuk berbau dan mencegah tumbuhnya bakteri
5. Pisahkan handuk dengan cucian lain
6. Jangan menggunakan sistem dry cleaning, karena proses ini menggunakan zat kimia.
7. Cuci handuk dengan air biasa, atau air hangat hingga suhu 60 derajat Celcius
8. Setrika handuk dengan temperatur sedang dan simpan pada tempat tertutup yang kering.


C7-10

Editor: wsn



Dikutip dari: kompas.com
...!!!Harap kunjungi situs Asli!!!!...
<<---Dan pilih iklannya agar kita saling menguntungkan--->>
Anda Mendapat Informasi, Merekapun Juga Dapat Income

Pesan dari www.cari-barang.com

Cantik Itu Berpikir Positif!

KOMPAS.com — Anda pasti pernah melihat seseorang yang penampilannya biasa-biasa saja, tetapi ia begitu bersinar dan pria jadi senang ngobrol lama-lama bersamanya. Hal ini membuktikan, kecantikan memang tidak melulu berpatokan pada kulit yang putih atau wajah yang cantik.

Contohnya saja Farah Quinn. Perempuan yang hobi memasak ini tidak memiliki kulit putih atau wajah yang sangat cantik. Namun, ia terlihat menarik, smart, dan disenangi banyak orang. Selain itu, ia juga membuat memasak tak lagi sekadar urusan "dapur", tetapi juga gaya hidup. Lihatlah bagaimana ia berkutat di dapur dengan pakaian yang rapi dan high heels.

Sosok lain yang bisa dijadikan contoh adalah Rosiana Silalahi. Host acara "Rossy" di Global TV ini punya pendapat yang sama tentang kecantikan. Rossy percaya, perempuan yang cantik tidak sekadar fisik saja. "Saya percaya kita harus punya hati yang cantik," ungkapnya kepada Kompas Female.

Kecantikan hati akan membawa kita berpikiran dan bertindak positif. Kita juga mampu melihat segala sesuatu dari sisi positif sehingga output yang kita dapatkan dari sekeliling kita juga positif.

Menurut dia, cantik juga berkaitan dengan bagaimana kita memperlakukan diri kita dan orang lain. Cantik itu lebih kepada attitude. Memang ritual kecantikan adalah hal yang tidak bisa dipisahkan dengan perempuan. Merawat diri ke salon atau ke gym, atau sekadar kongko di kafe, adalah hal-hal yang umumnya dilakukan perempuan.

"Saya tidak anti dengan ritual kecantikan. Tetapi, memang tidak punya banyak waktu yang pas untuk memanjakan diri," ujar perempuan berambut pendek ini. Menurut dia, sah-sah saja perempuan ingin ke salon. Namun, membekali diri dengan ilmu dan pengetahuan akan membawa seseorang menjadi lebih down to earth.

"Saya terakhir kali facial, massage, dan spa lima tahun lalu saat menikah. Tetapi, saya percaya kecantikan tidak melulu soal perawatan kulit," ungkapnya.

Jika ingin punya hati yang cantik, saran Rossy, cukup bekali diri dengan pergaulan dan pengetahuan yang luas. Soal urusan perawatan kulit adalah nomor kesekian. Seseorang yang memiliki hati positif akan memancarkan aura yang berbeda ketimbang perempuan yang cantik secara fisik.

Mereka yang berpikir dan bertindak positif akan membuka cakrawala pergaulan yang luas. Siapa pun akan betah dan senang ngobrol berlama-lama dengan Anda. Seperti yang kita tahu, pria saat ini lebih menyukai perempuan yang tampil sederhana, tetapi mampu diajak bersosialisasi dalam berbagai kesempatan.

Nah, jika Anda sudah mampu berpikir, bersikap, dan bertindak positif, percayalah lingkungan sekitar Anda akan memantulkan sikap positif Anda dan Anda akan terlihat cantik dengan sendirinya.


C2-10

Editor: din



Dikutip dari: kompas.com
...!!!Harap kunjungi situs Asli!!!!...
<<---Dan pilih iklannya agar kita saling menguntungkan--->>
Anda Mendapat Informasi, Merekapun Juga Dapat Income

Pesan dari www.cari-barang.com

Teori Baru Penyebab "Down Syndrome"

JAKARTA, KOMPAS.com — Sampai saat ini, para ahli belum mengetahui penyebab pasti down syndrome atau gangguan keterbelakangan mental. Down Syndrome adalah suatu kelainan kromosom pada kromosom 21 di mana terjadi penambahan jumlah kromosom.

Kromosom manusia ada 22 pasang. Pada mereka yang terkena down syndrome, kromosom yang ke-21 ada tambahan kromosom atau perpindahan
kromosom dari tempat lain sehingga menjadi kromosom 21 plus yang
kita kenal trisomi 21.

Akibat adanya penambahan kromosom, akan terjadi gangguan pada anak. Biasanya gangguan itu pada saraf, tulang, kulit, jantung, dan fungsi pencernaan.

Pasien down syndrome ini mempunyai wajah yang khas, misalnya karena ada gangguan pada pertumbuhan tulang, maka tulang dahinya lebih datar, jembatan mata lebih datar, mata kiri dan mata kanan agak berjauhan, posisi daun telinganya lebih rendah. Yang jelas, wajahnya sangat spesifik mongolism dan mengalami retardasi mental.

Para peneliti dari Amerika Serikat baru-baru ini mengungkapkan teori terbaru penyebab down syndrome. Disebutkan bahwa hilangnya protein di otak dalam jumlah sedikit, bukan banyak seperti yang selama ini diduga, menjelaskan mengapa terjadi down syndrome.

Para peneliti menemukan, baik pada manusia dan mencit yang menderita down syndrome, memiliki kadar protein spesifik di otak lebih sedikit dibandingkan orang yang normal. Pada uji coba pemberian obat pada mencit, ternyata berhasil mengembalikan kadar protein menjadi normal kembali.

"Kini kita sampai pada paradigma baru bahwa kita seharusnya melihat jumlah protein yang berkurang dan bukannya yang berlebihan pada otak penderita down syndrome. Ini adalah peluang untuk mengembangkan terapi target pengobatan down syndrome," kata peneliti senior Terry Elton, profesor farmakologi dari Ohio State University, AS.

Prevalensi down syndrome kira-kira 1 berbanding 700 kelahiran. Di dunia, lebih kurang ada 8 juta anak down syndrome. Di Indonesia, dari hasil survei terbaru, sudah mencapai lebih dari 300.000 orang.



Dikutip dari: kompas.com
...!!!Harap kunjungi situs Asli!!!!...
<<---Dan pilih iklannya agar kita saling menguntungkan--->>
Anda Mendapat Informasi, Merekapun Juga Dapat Income

Pesan dari www.cari-barang.com

Total Pageviews